Toleransi Itu Adalah…
Toleransi itu adalah seperti iklan kecap.
Kecap A bilang bahwa dialah kecap nomor 1 di dunia pada iklannya, dan Kecap B pun dia tidak marah atau protes. Kecap B pun sah-sah mengaku Kecap nomor 1 atau paling laris dengan berbagai argumentasi di iklannya, dan Kecap yang lain pun tidak harus merasa tersinggung.
Toleransi itu adalah seperti kamu yang suka minum teh dan saya yang suka minum kopi.
Tidak harus teh yang kamu minum itu saya campur dengan kopi saya atau kopi yang saya minum kamu campurkan dengan teh yang kamu minum agar kita bisa ngobrol akrab saling menanyakan bagaimana kabarmu, bagiamana hari-harimu, bagaimana kabar keluargamu dan bagaimana kabar dunia hari ini.
Toleransi itu adalah saling menghargai bukan menyama-nyamakan apalagi memaksakan untuk sama.
Tidak harus resah atau merasa tidak enak bila kamu tidak mengucapkan selamat hari raya agama yang saya jalankan bila itu dilarang oleh agamamu atau kamu merasa tidak nyaman atau merasa menghianati yang kamu yakini. Saya menghagai itu dan pada dasarnya tidak ada masalah, kita tetap bisa saling mengucapkan doa semoga kita semua sehat selalu, bahagia selalu dan hidup dengan damai.
Toleransi itu adalah adab dalam perbedaan.
Bila kamu dan umat seagamamu di dalam lingkungan ajaran dan ceramah agamamu mengganggap yang saya dan umat seagama saya yakini itu salah, bahkan sesat, orang yang harus disadarkan, atau saya dianggap calon neraka karena keyakinan yang berbeda dengan kamu, saya pun tidak ada masalah, tidak tersinggung apalagi marah. Saya menghormati apa yang kamu yakini. Walau saya dan dalam agama saya mengganggap kamu dan agamumulah yang salah, kamu adalah orang-orang yang masih tertutup atas kebenaran, bukan berarti kita tidak bisa saling tolong menolong dalam kebaikan di keseharian atau sama-sama gotong royong membersihkan, merapihkan dan menjaga keamanan kampung yang kita tinggali bersama.
Toleransi itu adalah menghormati dengan nalar dan bukan memaklumi atau membiarkan yang salah.
Tidak harus kamu masuk ke dalam rumah ibadahku untuk bernyayi seperti biasanya kamu bernyayi dalam pujian-pujian tetapi dengan kalimat-kalimat ajaran agamaku, karena sesungguhnya tempat ibadahku tidak boleh diperlakukan seperti itu. Begitupun saya yang dalam banyak kondisi tidak bisa masuk ke rumah ibadahmu apalagi untuk bernyanyi bersama di dalam sana, karena itu hal yang tidak diperbolehkan dalam ajaran agama saya. Dan itu pun bukan berarti kita tidak bisa bernyanyi bersama di luar sana untuk melantukan kalimat-kalimat semangat perjuangan, nasionalisme dan persatuan untuk menjaga negeri ini bersama-sama.
Toleransi itu… Kamu minum teh, saya minum kopi, dan kita masih bisa ngobrol bareng dengan akrab.
Toleransi itu… Untukmu agamamu dan untukku agamaku.
