Minimalism, Gaya Hidup Minimalis: Mengapa dan Bagaimana Mengadopsinya
Gaya hidup minimalis beberapa waktu belakangan ini menjadi hal yang menarik untuk saya dan ternyata minimalism ini telah menjadi topik yang semakin populer dalam beberapa tahun terakhir, dan itu bukan tanpa alasan. Di tengah kehidupan modern yang serba sibuk dan konsumtif, banyak orang mulai mencari cara untuk menyederhanakan hidup mereka, memfokuskan pada hal-hal yang benar-benar penting, dan menemukan kebahagiaan yang lebih dalam, bukan kebahagian yang sesaat dan semu.
Minimalism, atau gaya hidup minimalis adalah filosofi atau pendekatan untuk hidup yang bertujuan untuk mengurangi prilaku berlebihan dan fokus pada hal-hal yang penting. Ini dapat dilakukan dengan melakukan pengurangan barang-barang yang kita miliki, pengurangan ketergantungan pada alat atau barang-barang tersebut, dan penekanan pada kesederhanaan, kejelasan, dan kebebasan dari kebingungan atau hal-hal yang tidak penting.
Di samping itu, gaya hidup ini juga seringkali berfokus pada pengurangan stres, menghargai pengalaman (experience) dan hubungan interaksi (relationship & interaction), serta memprioritaskan waktu dan energi pada hal-hal yang memberikan kepuasan dan makna yang sejati (kebahagiaan).
Dalam artikel ini, saya mencoba merangkum konsep gaya hidup minimalis, mengapa itu penting atau menarik, bagaimana mengadopsinya, dan contoh-contohnya dalam keseharian.
Mengapa Gaya Hidup Minimalis Itu Penting?
Berikut adalah beberapa hal yang menurut saya gaya hidup minimalis itu penting atau setidaknya menarik untuk dicoba diadopsi dalam keseharian.
- Dapat Meningkatkan Kesehatan Mental
Dengan mengurangi hal-hal yang kompleks, menyederhanakan banyak hal (catat, bukan berarti meremehkan) dan tidak berlebhan di dalam hidup, gaya hidup minimalis ini dapat membantu mengurangi stres dan meningkatkan kesehatan mental. Ketika kita memiliki lebih sedikit benda atau barang fisik untuk dipikirkan dan merawat, pikiran kita menjadi lebih tenang dan fokus. - Dapat Meningkatkan ‘Kebebasan’ Finansial
Mengurangi pengeluaran untuk barang-barang yang tidak diperlukan dapat membantu menghemat uang dan membantu meningkatkan ‘kebebasan’ finansial atau kita dapat lebih fleksibel untuk mengaturnya. Dengan lebih memilih untuk membeli barang yang benar-benar dibutuhkan, kita dapat mengalokasikan sumber daya keuangan kita lebih banyak ke hal-hal yang benar-benar penting dalam hidup kita, seperti menabung untuk masa depan, bersedekah, pendidikan, kesehatan, liburan, wisata atau melakukan perjalanan. - Dapat Memperbaiki dan Meningkatkan Kualitas Hubungan
Dengan mengurangi fokus pada hal-hal material atau benda atau barang, gaya hidup minimalis mendorong kita untuk lebih memprioritaskan hubungan interaksi personal. Ini dapat menciptakan ikatan yang lebih kuat dengan orang-orang di sekitar kita, karena kita lebih banyak berinteraksi dan menghabiskan waktu bersama-sama. - Dapat Mengurangi Dampak Buruk Terhadap Lingkungan
Gaya hidup minimalis sering kali juga berdampak positif pada lingkungan. Dengan mengurangi konsumsi barang-barang yang tidak diperlukan, kita dapat mengurangi jejak karbon dan limbah atau sampah yang dihasilkan, itu berarti membantu melindungi planet kita.
Bagaimana Mengadopsi Gaya Hidup Minimalis?
Langkah pertama dalam mengadopsi gaya hidup minimalis adalah melakukan decluttering. Ini dapat diartikan dengan prilaku atau kegiatan mengurangi atau bahkan menghilangkan barang-barang yang tidak diperlukan atau tidak memberikan nilai tambah dalam hidup kita. Mulailah dengan ruang yang paling sering digunakan, seperti kamar tidur, kamar mandi atau ruang keluarga, dan pertimbangkan penting atau tidaknya setiap barang dengan cermat.
Kedua adalah ketika membeli barang baru, selalu pertimbangkan dengan cermat apakah itu benar-benar dibutuhkan atau hanya keinginan sesaat. Tanyakan pada diri sendiri apakah barang tersebut akan memberikan nilai tambah yang nyata dalam hidup kita sebelum memutuskan untuk membelinya.
Langkah selanjutya, coba kurangi ketergantungan kita pada barang-barang material untuk mencari kebahagiaan. Alihkan fokus kita pada hal-hal yang lebih berarti dalam hidup, seperti hubungan interaksi personal, pengembangan diri, atau mengejar hobi dan minat yang kita benar-benar suka atau cintai.
Utamakan untuk menginvestasikan waktu dan uang kita kepada hal yang mendatangkan value lebih besar, bermanfaat dan bermakna daripada sekedar memiliki barang-barang baru.
Contoh Gaya Hidup Minimalis dalam Keseharian
Berikut adalah beberapa contoh gaya hidup minimalis yang bisa kita coba di dalam keseharian:
- Melakukan Capsule Wardrobe
Istilah “capsule wardrobe” merujuk pada koleksi pakaian yang terdiri dari item yang serbaguna dan dapat dicampur dan dipadu dengan mudah. Dengan mengadopsi konsep ini, seseorang dapat mengurangi jumlah pakaian mereka dengan tetap memiliki berbagai pilihan gaya berpakian. - Mengurangi Kegiatan Multitasking
Alihkan fokus dari melakukan banyak hal sekaligus dan coba untuk benar-benar hadir dalam setiap hal, kegiatan atau pekerjaan yang kita lakukan. Dengan memberikan perhatian penuh pada satu hal pada satu waktu, kita mungkin menemukan bahwa kita dapat menyelesaikan tugas dengan lebih efisien dan lebih memuaskan. - Mengurangi Makanan yang Tidak Sehat
Gaya hidup minimalis juga bisa mencakup pengurangan konsumsi makanan yang tidak sehat atau berlebihan. Fokuslah pada makanan yang sehat dan bergizi, dan nikmati makanan yang kita makan dengan penuh kesadaran. Kendalikan pikiran dan kurangi kegiatan lain sambil makan. - Mengurangi Penggunaan Komputer, Smartphone atau Gadget Lainnya
Kurangi waktu yang kita habiskan di depan layar dengan mengurangi penggunaan komputer, smartphone atau gadget kita. Contohnya adalah menghindari telalu banyak melihat dan bermain dengan smartphone saat makan, baik saat sendirian ataupun saat bersama kerluarga, atau saat sedang bertemu dengan teman atau kolega di cafe atau restoran. Buat waktu lebih banyak untuk aktivitas nyata, aktfitas di luar ruangan, membaca buku, atau berinteraksi langsung dengan orang-orang di sekitar kita.
Kesimpulan
Gaya hidup minimalis adalah pendekatan untuk hidup yang bertujuan untuk menyederhanakan, mengontrol untuk tidak berlebihan, dan fokus pada hal-hal yang benar-benar penting. Dengan mengurangi benda atau barang, mengurangi ketergantungan pada barang-barang atau materi, dan memprioritaskan interaksi hubungan dan pengalaman (experience) dan hal-hal yang peting, seseorang dapat menciptakan hidup yang lebih sederhana, lebih bahagia, dan lebih bermakna.
