Kesombongan

Kesombongan Itu Tidak Semata Bermakna Arogan

Kesombongan akan membawa kita jatuh dan hancur. Mungkin saja tidak langsung, namun perlahan, tapi pasti.

Sombong tidak semata bermakna arogan, congkak, atau pongah, terutama dalam bersikap dan berkata-kata. Sombong bisa pula berarti menghargai diri secara berlebihan.

Salah satu kesombongan yang sering kita tidak sadari melakukanya adalah merasa diri paling pintar atau paling benar. Dengan merasa diri paling pintar atau paling benar akan membuat kita tidak bisa menerima koreksi atau masukan dari orang lain. Bahkan walau data dan fakta sudah terpampang, seakan buta atau tidak perduli tetap merasa pendapat kitalah yang paling benar. Akhirnya ini akan membuat kita cacat dalam berlogika, dalam berpikir dan menganalisa.

Salah satu karakter dan ego dasar manusia adalah ingin dianggap atau ingin dipandang. Ada yang ingin dilihat kaya, dilihat selalu eksis kekinian, ingin populer, ada juga yang ingin dianggap smart bin cerdas. Lebih parah adalah ingin mendapat pujian. Intinya, ingin dianggap lebih, ingin dinggap hebat.

Mungkin tidak bisa dipungkiri, manusia butuh pengakuan. Tetapi ada manusia yang tahu adab, ada yang tidak.

Kesombongan itu sangat berbahaya karena sering kali kita tidak merasa bersikap sombong. Ini disebabkan ego kita yang lebih tinggi dari otak (ilmu) dan hati yang kita miliki. Menilai atau menghargai diri secara berlebihan.

Ilmu tanpa adab seperti pedang tanpa gagang. Akhirnya bisa melukai diri sendiri, minimal sebagian orang akan melihat kedunguan kita daripada kepintaran kita. Ya, kecuali mereka yang satu haluan tentu akan berendam dikolam yang sama merasa bangga dengan kedunguan yang sama.

“Dan janganlah kamu memalingkan mukamu dari manusia (karena sombong) dan janganlah kamu berjalan di muka bumi dengan angkuh. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong lagi membanggakan diri.” (QS. Luqman:18)

Bila masih ada kesempatan untuk menghapus jejak kedunguan kita, lebih baik segera dihapus, sadar diri dan perbaiki diri.

Tetaplah sederhana dan rendah hati menjaga adab. Tahu kapan harus mengosongkan gelas yang telah terisi.

Sharing is love...
Scroll to top