Filosofi Desain macOS
Banyak yang tidak tahu, secara filosofis dan historis, macOS (dan Mac OS klasik sebelumnya) tidak dirancang untuk budaya single-tasking full screen seperti Windows. Desain dasar macOS adalah tentang manajemen jendela yang dinamis dan saling bertumpuk.
Di meja kerja nyata, kita tidak membuka satu buku besar yang menutupi seluruh permukaan meja. Kita membuka buku catatatan, menaruh pulpen di sampingnya, membuka kamus, dan menumpuk beberapa dokumen yang tetap terlihat di atas meja.
macOS mempertahankan metafora ini. Layar adalah meja kerja, dan aplikasi adalah dokumen-dokumen yang berserakan tapi tetap teratur di atasnya.
Tombol hijau di pojok kiri atas jendela Mac itu memiliki sejarah panjang. Dulu, fungsi tombol itu adalah Zoom, yaitu untuk memperbesar ukuran jendela aplikasi.
Di Windows, setiap jendela aplikasi membawa menu bar-nya sendiri di dalam kotak jendela aplikasi tersebut. Di macOS menu bar bersifat global dan selalu “menempel” di bagian paling atas layar. Jendela aplikasinya sendiri melayang di bawahnya.
Desain ini secara visual sengaja memisahkan “kontrol utama” dengan “konten” (jendela aplikasi) yang membuat jendela aplikasi secara alami terasa lebih pas diperlakukan sebagai “wadah” yang fleksibel, bukan kotak jendela kaku yang harus dipaksakan mentok ke sisi-sisi layar.
Baru pada OS X Lion (2011), Apple memperkenalkan fitur Full Screen yang sebenarnya. Tapi eksekusinya unik, yaitu aplikasi yang di-full screen akan dipindahkan ke “Space” (desktop virtual) baru.
Apple tidak fokus membuat ‘window snapping’ (menempelkan jendela ke pojok/sisi layar secara otomatis seperti Windows) sampai akhirnya mereka terpaksa merilisnya di macOS Sequoia.
Selama bertahun-tahun, Apple justru mengembangkan fitur untuk “manajemen tumpukan”, seperti Exposé / Mission Control dan Stage Manager.
Bagi orang yang terbiasa dengan workflow Windows yang serba ‘maximized’, saat mereka masuk ke lingkungan macOS pasti akan merasa aneh karena terasa banyak “ruang kosong” atau latar belakang desktop (atau tumpukan jendela yang melayang) yang mengganggu.
Tetapi buat saya, justru ini sebuah kenyamanan workflow. Keseruanya ada pada kemudahan berpindah fokus antar tumpukan jendela (menggunakan shortcut Cmd + Tilde (~) atau gesture trackpad). Desain jendela macOS yang memanjakan multitasking visual.
Design that works for me.
