<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Prapanca &#187; Renungan</title>
	<atom:link href="http://prapanca.net/tag/renungan/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://prapanca.net</link>
	<description>live well, learn plenty, laugh often, love much...</description>
	<lastBuildDate>Sat, 17 Jul 2010 05:37:03 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.0</generator>
		<item>
		<title>Orang Gila</title>
		<link>http://prapanca.net/2008/06/orang-gila/</link>
		<comments>http://prapanca.net/2008/06/orang-gila/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 09 Jun 2008 10:50:50 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Sakti</dc:creator>
				<category><![CDATA[Life]]></category>
		<category><![CDATA[Renungan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.prapanca.net/?p=136</guid>
		<description><![CDATA[Pernah bertemu dengan orang gila di jalan? Kira-kira apa yang ada di benak orang gila tersebut? Apa yang mereka rasa dan pikirkan?  Ketidak mampuan menahan trauma, atau perasaan, baik itu sedih maupun kecewa yang membuat kondisi yang tidak bisa mereka terima. Ya, penyebab orang menjadi gila mungkin bermacam-macam tapi pada intinya yaitu sesuatu yang membuat dia menjadi sangat-sangat tidak bahagia dan tidak bisa menerima kenyataan dan pada akhirnya mengakibatkan adanya gangguan pada pikiran. Ada orang yang terganggu mental karena jatuh miskin, hilang jabatan, kehilangan sesorang, trauma atas kejadian yang membuat ketakutan atau kesedihan teramat sangat dan lain sebagainya. Hmm&#8230; apakah ini sebuah kisah tragis dari sebuah sisi kehidupan? Saya jadi teringat sebuah cerita dari buku jadul. Seorang dokter jiwa di sebuah rumah sakit di barat sana tengah menangani pasien seorang wanita yang terganggu jiwanya. Menurut dokter tersebut sang wanita ini menjadi gila karena kehidupannya tidak sesuai dengan apa yang dia inginkan dan dirinya tidak bisa menerimanya. Dulu dia mengidamkan hidup sebagai wanita terpandang dengan suami yang begitu mencintainya dan menyanjungnya. Hidup dikelilingi banyak anak-anak yang membuat suasana ceria. Hidup mapan dan berada. Tetapi apa yang terjadi? Hidup ini tidak berjalan seperti yang dia inginkan. Suaminya mencampakannya dan pergi dengan wanita lain, [...]]]></description>
		<wfw:commentRss>http://prapanca.net/2008/06/orang-gila/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Kembali Ke Masa Lalu</title>
		<link>http://prapanca.net/2008/04/kembali-ke-masa-lalu/</link>
		<comments>http://prapanca.net/2008/04/kembali-ke-masa-lalu/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 23 Apr 2008 03:57:55 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Sakti</dc:creator>
				<category><![CDATA[Life]]></category>
		<category><![CDATA[Personal]]></category>
		<category><![CDATA[Quotes & Words]]></category>
		<category><![CDATA[Renungan]]></category>
		<category><![CDATA[Word]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.prapanca.net/?p=125</guid>
		<description><![CDATA[Selepas waktu pulang kerja, berkumpulah 4 orang sahabat dalam sebuah acara makan malam di sebuah restoran. Elang, Sinta, Emon, dan Galib, mereka sudah bersahabat sejak di bangku SMA. Walau sekarang mereka memiliki pekerjaan yang berbeda dan sudah memiliki kehidupan masing-masing, mereka masih sering berkumpul. Emon yang biasanya humoris setelah memesan lagi makanan yang sepertinya menu babak pertama tadi masih belum cukup memenuhi napsu naga-naga dalam perutnya, mengutarakan pertanyaan dengan cukup serius. &#8220;Teman-teman, kalau kita diperbolehkan kembali kemasa lalu&#8230; Apa yang kira-kira akan kalian lakukan untuk memperbaiki hidup kalian? Kembali ke waktu anak-anak, SMA atau kuliah? Yang mana yang kalian pilih?&#8221; tanya Emon. Pertanyaan itu membuat sahabat-sahabat yang lain terdiam. Sambil kembali menyantap gule yang dipesan, Elang menjawab &#8220;Hmmm&#8230; Mungkin gue memilih untuk kembali ke masa sebelum kuliah.&#8221; &#8220;Alasannya?&#8221; Tanya Emon dengan raut muka serius. &#8220;Ya jujur saja, mungkin gue akan ngambil jurusan lain pas waktu kuliah, yang lebih menjanjikan buat karir gue dan lebih baik dari sekarang&#8221; jawab Elang. Lalu Elang melirik kepada Sinta, &#8220;Kalau kamu apa Sin?&#8221; lanjut Elang. &#8220;Kalau aku&#8230; Kayaknya aku mau kembali ke masa SMA, kemasa-masa sebelum married deh&#8230; Yah menikmati lagi, melakukan apa yang dulu gak pernah dan harusnya aku lakukan. Gila guys, udah jadi [...]]]></description>
		<wfw:commentRss>http://prapanca.net/2008/04/kembali-ke-masa-lalu/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Sabar Dan Ikhlas</title>
		<link>http://prapanca.net/2008/03/sabar-dan-ikhlas/</link>
		<comments>http://prapanca.net/2008/03/sabar-dan-ikhlas/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 25 Mar 2008 11:21:14 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Sakti</dc:creator>
				<category><![CDATA[Life]]></category>
		<category><![CDATA[Renungan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.prapanca.net/index.php/2008/03/25/sabar-dan-ikhlas/</guid>
		<description><![CDATA[Membaca tulisan dari LatQueire tentang &#8216;Ilmu Hidup&#8217; saya jadi teringat postingan saya tentang &#8216;sabar dan ikhlas&#8217; di blog saya yang hilang dulu. Membuat saya ingin menulis lagi mengenai sabar dan ikhlas di blog ini. Sabar dan ikhlas, definisi mengenai sabar maupun ikhlas ini sebenarnya bisa kita dapatkan dari berbagai macam buku/literatur terutama yang menyangkut keyakinan beragama atau pada ceramah-ceramah keagamaan. Apa yang terjadi saat ini adalah orang-orang sering berkata &#8216;bersabar lah&#8217; saat kita mengalami kekalahan atau belum menerima sesuatu yang kita dambakan atau saat kita menunggu sesuatu. Orang-orang juga sering mengatakan &#8216;bersabar lah&#8217; bila kita tertimpa musibah atau bila kita sedang dalam kesulitan atau kesedihan bahkan saat kita dalam kondisi teraniaya. Seakan-akan mengharuskan kita untuk menerima keadaan. Btw, mungkin saya juga termasuk orang yang bingung &#8216;menterjemahkan&#8217; sabar dan ikhlas ini Apakah sabar itu berarti diam dan menerima? Pada bulan Ramadhan tahun lalu saya mendengar sebuah cerita mengenai sabar. Diceritakan pada sebuah kampung tengah berkumpul pak Haji dan beberapa warga yang sedang berbincang sambil menunggu waktu berbuka puasa dikediaman pak Haji. Biasanya saat menjelang magrib, Fatimah, anak pak Haji selalu menyiapkan minuman entah itu air putih, teh, atau kolak dan makanan kecil untuk berbuka. Hari ini, saat waktu adzan buka puasa [...]]]></description>
		<wfw:commentRss>http://prapanca.net/2008/03/sabar-dan-ikhlas/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>6</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Don&#8217;t Give Up With Your Life&#8230;</title>
		<link>http://prapanca.net/2008/03/dont-give-up-with-your-life/</link>
		<comments>http://prapanca.net/2008/03/dont-give-up-with-your-life/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 19 Mar 2008 05:55:15 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Sakti</dc:creator>
				<category><![CDATA[Life]]></category>
		<category><![CDATA[Personal]]></category>
		<category><![CDATA[Quote]]></category>
		<category><![CDATA[Quotes & Words]]></category>
		<category><![CDATA[Renungan]]></category>
		<category><![CDATA[Word]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.prapanca.net/index.php/2008/03/19/dont-give-up-with-your-life/</guid>
		<description><![CDATA[&#8221; Be grateful for whoever you are&#8230; coz if u compare it to others, u&#8217;ll be suprised of their secret life&#8230; &#8220; The story: Saat aku loncat dari sebuah gedung, Kulihat pasangan yang kutahu saling mencintai di lantai 10 sedang bertengkar dan saling memukul&#8230; Kulihat Peter yang biasanya kuat dan tabah sedang menangis di lt. 9 &#8230; Di lt.8 Ah Mei memergoki tunangannya sedang bercinta dengan sahabatnya Di lt.7 Dani sedang minum obat anti depresi Di lt.6 Heng yang pengangguran terus membeli 7 koran untuk mencari lowongan kerja tiap hari&#8230; di lt. 5 Mr. Wong yang sangat dihormati publik sedang mencoba baju dalam istrinya&#8230; di lt.4 Rose sedang bertengkar hebat dengan pacarnya&#8230; Di lt. 3 pak tua sedang mengharapkan seseorang datang mengunjunginya&#8230; Di lt.2 Lily sedang memandangi foto suaminya yang sudah meninggal 6 bulan lalu&#8230; Sebelum aku melompat dari gedung, kupikir aku orang yang paling malang&#8230; Sekarang aku sadar bahwa setiap orang punya masalah dan kekuatirannya sendiri&#8230; Setelah kulihat semuanya, aku tersadar bahwa keadaanku sebenarnya tidak begitu buruk.. Semua orang yang kulihat tadi sekarang sedang melihat aku&#8230; Kurasa setelah mereka melihatku sekarang, mungkin mereka merasa bahwa situasi mereka sama sekali tidak buruk&#8230; &#8221; Bersyukurlah atas dirimu apa adanya&#8230; karena bila [...]]]></description>
		<wfw:commentRss>http://prapanca.net/2008/03/dont-give-up-with-your-life/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>7</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Sebuah Kejujuran</title>
		<link>http://prapanca.net/2008/03/sebuah-kejujuran/</link>
		<comments>http://prapanca.net/2008/03/sebuah-kejujuran/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 07 Mar 2008 04:14:31 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Sakti</dc:creator>
				<category><![CDATA[Life]]></category>
		<category><![CDATA[Obrolan Santai]]></category>
		<category><![CDATA[Quotes & Words]]></category>
		<category><![CDATA[Renungan]]></category>
		<category><![CDATA[Word]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.prapanca.net/index.php/2008/03/07/sebuah-kejujuran/</guid>
		<description><![CDATA[Ada seorang bapak yang meminta anaknya untuk menunggui mobil yang sedang dalam perbaikan/perawatan rutin di bengkel. Sang bapak berpesan agar sang anak menjemputnya di kantor setelah mobil selesai. Biasanya memang baru selesai sore hari seiring dengan waktu pulang kantor. Ternyata pada hari tersebut bengkel mobil sedang tidak banyak pengunjung. Walhasil setelah makan siang mobilpun sudah siap untuk dibawa pulang. Sang anak berpikir, lebih baik dia mampir ke tempat teman-temannya sementara menunggu waktu pulang kantor sang bapak. Tak terasa waktu berlalu dan karena keasyikan berbincang dan bersenda gurau dengan teman-temannya sang anak lupa harus menjemput bapaknya. Beberapa saat berlalu, matahari sudah mulai terbenam. Dengan terburu-buru sang anak melaju ke arah kantor. Di hatinya dia menyesali, kenapa dia bisa sampai lupa waktu dan akhirnya terlambat menjemput sang bapak. Di benaknya tergambar sang bapak akan marah karena kejadian ini, apalagi bila tahu alasan keterlambatan ini. Sesampai di kantor, sang anak mendapatkan sang bapak sedang berdiri menunggu seorang diri diluar kantor yang telah terkunci. Dengan perasaan tidak enak sang anak mendekati bapaknya, lalu sang bapak bertanya, &#8220;Dari mana kamu nak? kok terlambat jemput bapak?&#8221; Dengan mencoba memasang muka lelah sang anak menjawab, &#8220;Itu pak, mmm&#8230; baru beres barusan mobilnya&#8230; perbaikannya lama tadi&#8230;&#8221;. Sang anak [...]]]></description>
		<wfw:commentRss>http://prapanca.net/2008/03/sebuah-kejujuran/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>6</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Pertolongan Tuhan Itu&#8230;</title>
		<link>http://prapanca.net/2008/01/pertolongan-tuhan-itu/</link>
		<comments>http://prapanca.net/2008/01/pertolongan-tuhan-itu/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 28 Jan 2008 15:24:11 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Sakti</dc:creator>
				<category><![CDATA[Life]]></category>
		<category><![CDATA[Obrolan Santai]]></category>
		<category><![CDATA[Quotes & Words]]></category>
		<category><![CDATA[Renungan]]></category>
		<category><![CDATA[Word]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.prapanca.net/index.php/2008/01/28/pertolongan-tuhan-itu/</guid>
		<description><![CDATA[Disebuah desa yang tengah dilanda banjir terdapat seseorang yang sedang menunggu pertolongan Tuhan sambil jongkok diatas kursi dan memperhatikan banjir yang sudah mulai meninggi. Dari mulutnya terdengar do&#8217;a-do&#8217;a memohon kepada Tuhan agar diselamatkan dari bencana banjir tersebut. Lalu datang seorang tetangganya dan mengajak untuk mengungsi menyelamatkan diri. Tetapi orang tersebut menolaknya, ia berucap dia yakin bencana ini akan cepat berlalu dan akan datang pertolongan Tuhan. Saat air mulai semakin tinggi, semakin gencar pula do&#8217;a-do&#8217;a yang dia lafalkan. Lalu kembali ada tetangganya yang menerjang banjir mengendarai kuda dan mengajak dia untuk naik bersama menyelamatkan diri ke tempat yang lebih tinggi. Tetapi kembali orang tersebut menolaknya dan dengan keyakinan yang tinggi dia berucap, saya menunggu pertolongan Tuhan. Air semakin tinggi, orang tersebut pun sampai pada atap rumahnya. Tak lupa dia melafalkan do&#8217;a-do&#8217;a memohon pertolongan. Tak lama kemudia lewat tetangganya menggunakan perahu, mengajak dia untuk lompat ke perahunya dan coba menyelamatkan diri. Tetapi lagi-lagi, dengan keyakinan yang teguh dia berkata kalau bencana ini akan segera berakhir dan pertolongan Tuhan akan tiba. Tetapi air semakin tinggi, arus banjir pun semakin kencang menghancurkan rumah-rumah dan menghanyutkan semua yang dilalui. Akhirnya orang tersebutpun hanyut terbawa banjir dan meninggal. Bertemulah dia dengan Sang Pencipta di alam sana. [...]]]></description>
		<wfw:commentRss>http://prapanca.net/2008/01/pertolongan-tuhan-itu/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
