Kembali Ke Masa Lalu
Selepas waktu pulang kerja, berkumpulah 4 orang sahabat dalam sebuah acara makan malam di sebuah restoran.
Elang, Sinta, Emon, dan Galib, mereka sudah bersahabat sejak di bangku SMA. Walau sekarang mereka memiliki pekerjaan yang berbeda dan sudah memiliki kehidupan masing-masing, mereka masih sering berkumpul.
Emon yang biasanya humoris setelah memesan lagi makanan yang sepertinya menu babak pertama tadi masih belum cukup memenuhi napsu naga-naga dalam perutnya, mengutarakan pertanyaan dengan cukup serius.
“Teman-teman, kalau kita diperbolehkan kembali kemasa lalu… Apa yang kira-kira akan kalian lakukan untuk memperbaiki hidup kalian? Kembali ke waktu anak-anak, SMA atau kuliah? Yang mana yang kalian pilih?” tanya Emon.
Pertanyaan itu membuat sahabat-sahabat yang lain terdiam.
Sambil kembali menyantap gule yang dipesan, Elang menjawab “Hmmm… Mungkin gue memilih untuk kembali ke masa sebelum kuliah.”
“Alasannya?” Tanya Emon dengan raut muka serius.
“Ya jujur saja, mungkin gue akan ngambil jurusan lain pas waktu kuliah, yang lebih menjanjikan buat karir gue dan lebih baik dari sekarang” jawab Elang.
Lalu Elang melirik kepada Sinta, “Kalau kamu apa Sin?” lanjut Elang.
“Kalau aku… Kayaknya aku mau kembali ke masa SMA, kemasa-masa sebelum married deh… Yah menikmati lagi, melakukan apa yang dulu gak pernah dan harusnya aku lakukan. Gila guys, udah jadi ibu-ibu ya juga wanita karir, no time for my self gitu lohhh… ”
“Kalo gue…” sambung Galib, “Mungkin gue pengen kembali ke masa kuliah dulu… Dimana gue ketemu cinta sejati gue, pasti gue bakal ngotot merebut cinta si dia sebelum dia direbut orang lain. Lalu gue nikah sama dia, punya anak dan bahagia. Gak jomblo kayak sekarang.”
“Makanya standar lu jangan ketinggian, dan jadi cowok tuh harus berani dong… Jadi aja sekarang cuma elu yang masih gak laku” celoteh Sinta sambil ngakak.
“Nah, terus kalau elo sendiri gemana Mon?” tanya Elang.
“Kalau gue? yah mungkin gue gak akan mengubah apapun… Apapun yang telah terjadi ya kita harus bersyukur dan kita coba tetap berjalan ke depan… Itu uniknya hidup… Tapi kalau memang ada kesempatan untuk kembali ke masa lalu… gue milih kembali ke waktu bangun tidur tadi pagi…” jawab Emon.
“Loh kok? kenapa emangnya?” tanya Galib yang diiringi tatapan bingung kedua sahabatnya yang lain.
“Gak… Tadi pagi aku lupa bawa dompet. Jadi tolong yah bayarin dulu ini makanan aku…” jawab emon sambil cengengesan.





paramartas last blog post..Kesulitan untuk “Katakan Tidak”
memenuhi napsu naga-naga dalam perutnya,
Aku suka banget baca kalimat ini, keren…
wakakakaka..apikk mas =))
Febras last blog post..CREATIVITY