Mana Cokelatnya?
Bah, hari ini banyak bener yang nagih cokelat. Ada apa sih? Padahal saya tidak berulang tahun hari ini ataupun janji mau kasih cokelat. Walah, ternyata hari Valentine toh… Pantas saja banyak orang pakai baju pink hari ini.
*pura-pura gak tahu
*
Anda merayakan hari Valentine? Apa sih hari Valentine itu?
Ada beberapa versi cerita mengenai asal muasal hari Valentine ini. Yang saya tahu adalah cerita bahwa dahulu ada seorang pastor bernama St. Valentine yang melawan hukum (pada waktu itu) mengenai hubungan pria dan wanita (cinta?). Kalau tidak salah (cmiiw) ceritanya ituh dia sempat menikahkan pasangan yang sebenarnya tidak direstui lalu dia pun ditangkap dan saat di penjara dia jatuh cinta kepada anak perempuan dari sipir penjara tempat dia ditahan. Sampai akhirnya kisah cinta tersebut berkhir saat pastor tersebut dihukum mati.
Ya begitulah, zaman berganti dan akhirnya pihak Gereja (umat Kristen) memperingati kisah/perjuangan pastor tersebut pada tanggal 14 Februari, dimana tanggal tersebut diyakini sebagai hari diberlakukannya hukuman mati buat St. Valentine.
Karena perayaan ini berawal dari agama Kristen, maka banyak pihak terutama dari agama-agama lain yang melarang pengikutya untuk merayakan hari Valentine ini (karena diyakini perayaan ini milik agama lain). Saat ini ada sudut pandang berbeda, banyak yang menilai hari Valentine ini sudah bergeser dari unsur agama menjadi budaya.
Wah, saya ndak tahu itu benar atau tidak. Saya juga tidak tahu apakah para penganut agama Kristen di Indonesia merayakan secara khusus dalam konteks agama misalnya dengan acara keagamaan di Gereja pada hari Valentine ini atau tidak.
Nah, apa rekan-rekan sekalian ini termasuk orang yang merayakan hari Valentine? Atau malah termasuk orang yang anti dengan hari kasih sayang ini?
Jujur saja, kalau saya sih kurang setuju dengan hari Valentine. Soalnya, kalau bicara cinta atau kasih sayang, saya rasa tetap harus diungkapkan setiap hari, setiap saat (every single breath you take… halah). Tidak ada batasan hari spesial. Setiap waktu itu spesial, karena kita tidak tahu, besok atau lusa atau satu jam lagi apakah kita masih bisa mengungkapkan rasa sayang kita kepada seseorang atau tidak.
Lah terus apa hubungannya dengan cokelat? Katanya, cokelat itu mewakili rasa cinta itu sendiri. Dimana ada rasa manis dan pahit didalamnya. Gemana, setuju?
Kalau saya, lebih senang memberi siomay. Loh kok? Kan didalamnya ada rasa manis, asin, asem (pake jeruk nipis), pedas dan pahit (apalagi kalo pake paria). Komplit plittttttt… kekekekekeke
*maksa mode: on
*





http://eepinside.com/?p=788
tentang valentine tuh sejsrahnya.. hehehe
hehehe… iya kang eep, saya juga dah baca-baca kok termasuk yang dari wikipedia. tapi bahayanya, org indo itu latah, ngikutin trend tanpa ngerti asal muasal dan ini itu nya…