Pertolongan Tuhan Itu…
Disebuah desa yang tengah dilanda banjir terdapat seseorang yang sedang menunggu pertolongan Tuhan sambil jongkok diatas kursi dan memperhatikan banjir yang sudah mulai meninggi. Dari mulutnya terdengar do’a-do’a memohon kepada Tuhan agar diselamatkan dari bencana banjir tersebut.
Lalu datang seorang tetangganya dan mengajak untuk mengungsi menyelamatkan diri. Tetapi orang tersebut menolaknya, ia berucap dia yakin bencana ini akan cepat berlalu dan akan datang pertolongan Tuhan.
Saat air mulai semakin tinggi, semakin gencar pula do’a-do’a yang dia lafalkan. Lalu kembali ada tetangganya yang menerjang banjir mengendarai kuda dan mengajak dia untuk naik bersama menyelamatkan diri ke tempat yang lebih tinggi. Tetapi kembali orang tersebut menolaknya dan dengan keyakinan yang tinggi dia berucap, saya menunggu pertolongan Tuhan.
Air semakin tinggi, orang tersebut pun sampai pada atap rumahnya. Tak lupa dia melafalkan do’a-do’a memohon pertolongan. Tak lama kemudia lewat tetangganya menggunakan perahu, mengajak dia untuk lompat ke perahunya dan coba menyelamatkan diri. Tetapi lagi-lagi, dengan keyakinan yang teguh dia berkata kalau bencana ini akan segera berakhir dan pertolongan Tuhan akan tiba.
Tetapi air semakin tinggi, arus banjir pun semakin kencang menghancurkan rumah-rumah dan menghanyutkan semua yang dilalui. Akhirnya orang tersebutpun hanyut terbawa banjir dan meninggal.
Bertemulah dia dengan Sang Pencipta di alam sana. Lalu orang tersebut bertanya pada Tuhan, “kenapa Engkau tidak menolongku dan menyelamatkanku dari bencana banjir?” “Bukankah aku sudah meminta dan berdo’a dengan sungguh-sungguh?”
Tuhan pun menjawab, “Aku sudah mengirimkan kepadamu tetanggamu agar mengajak kamu menyelamatkan diri, Aku sudah mengirimkan kamu kuda, bahkan Aku juga sudah mengirimkan perahu agar kamu dapat menyelamatkan diri. Hal apa lagi yang kamu minta dari-Ku?”.






