Bila Waktu T’lah Memanggil
Walau kita hidup di dunia ini tidak sendirian, tapi apa kita menyadari bahwa sesungguhnya kita itu hidup ‘sendiri’?
Terkadang kita sebagai manusia tidak menyadari betapa berartinya kehidupan ini. Betapa berartinya orang-orang dan segala sesuatu yang ada disekeliling kita. Disaat semuanya hilang, disaat itu juga kita baru sadar betapa sesungguhnya itu sangat berharga. Kita tidak mungkin akan mengulang itu semua.
Usia, kepandaian, ingatan, kesehatan, orang yang kita cintai, orang-orang yang kita sayangi, orang-orang yang menyayangi kita, harta, semua akan hilang satu persatu. Dan pada akhirnya kita pun akan kembali kepada-Nya…. seorang diri.
Kita tidak akan tahu apa dan kapan itu semua akan terjadi.
Bagaimana kau merasa bangga
Akan dunia yang sementara
Bagaimanakah bila semua hilang dan pergi
Meninggalkan dirimuBagaimanakah bila saatnya
Waktu terhenti tak kau sadari
Masihkah ada jalan bagimu untuk kembali
Mengulang ke masa laluDunia dipenuhi dengan hiasan
Semua dan sgala yang ada akan
Kembali pada-NyaBila waktu tlah memanggil
Teman sejati hanyalah amal
Bila waktu telah terhenti
Teman sejati tingallah sepi*“Bila waktu t’lah memanggil” – Opick
Love is not a weakness of humans heart. The greatest weakness of most humans is their hesitancy to tell others, how much they love them while they’re alive…
*untuk seorang kawan yang baru saja kehilangan adik satu-satunya*




